Rabu, 15 April 2020

Ekonomi Manajerial

 1.     Pengertian Ekonomi Manajerial

Ekonomi Manajerial adalah aplikasi teori ekonomi dan perangkat analisis  ilmu keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi dapat mencapai maksud atau tujuan dengan cara yang lebih efesien. Menurut Evan J. Douglas (1995), pengertian dari ekonomi manajerial adalah bagian ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penerapan prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan sebuah perusahaan atau organisasi.

2.     Ruang Lingkup mengenai ekonomi manajerial
Jika disederhanakan ruang lingkup ekonomi manajerial meliputi tiga aspek penting, antara lain:
·      Terkait dengan teori ekonomi
Dalam ekonomi manajerial setiap tindakannya didasarkan pada teori ekonomi baik itu mikro ataupun kebijakan ekonomi makro. Mengingat segala bentuk aktivitas ekonomi menyentuh semua aspek dari yang kecil hingga yang besar. Teori ekonomi ini bertindak sebagai alternatif untuk memprediksi segala kemungkinan yang akan terjadi sehingga strategi dan persiapan yang dipersiapkan oleh masing-masing pihak tepat sasaran dan tentunya mampu mengembangkan perekonomian.
·      Terkait dengan ilmu keputusan
Inti atau fokus ekonomi manajerial adalah bagaimana seorang pihak atau kelompok mampu memutuskan apa yang terbaik bagi mereka dan orang lain. Dimana dengan adanya ekonomi manajerial, semua pihak mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
·      Terkait dengan ilmu administrasi bisnis
Ekonomi manajerial tidak bisa dilepaskan dengan fungsi administrasi bisnis, dimana meliputi akutansi, pemasaran, produksi, SDA dan SDM serta lainnya. Hal-hal tersebut tentunya dibutuhkan dalam ekonomi manajerial dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

3.       Tujuan dari ekonomi manajerial
·         Mengatur Keuangan
Dengan ekonomi manajerial dapat digunakan untuk mengatur sistem keuangan yang baik. Ekonomi manajerial penting untuk mengidentifikasi biaya mana yang penting dan biaya mana yang tidak perlu.  Ini bertujuan untuk menghindari defisit perusahaan.
·         Sebagai Alat Evaluasi
Ekonomi manajerial dapat digunakan sebagai alat evaluasi jika ada perubahan manajer baru. Jadi manajer baru dapat mempelajari apa yang kurang dan apa yang dapat dilanjutkan dari strategi ekonomi manajerial yang dilakukan oleh manajer lama. Tentu saja era baru akan menghadirkan pasar baru yang lebih kompetitif di dunia bisnis. Jadi perlu ada evaluasi kebijakan lama.
·         Membantu Manajer Menyelesaikan Masalah
Ekonomi manajerial sangat membantu sebagai analis dalam membuat keputusan yang dibuat oleh manajer. Seperti yang kita ketahui, kemajuan ekonomi membuat kemajuan dalam kondisi pasar yang berubah sehingga reformasi kebijakan diperlukan sebagai upaya untuk mengembangkan perusahaan atau bisnis yang lebih efektif.
·         Mengetahui Lingkungan Industri, Perusahaan dan Ekonomi
Ekonomi manajerial juga berperan dalam analisis lingkungan industri, perusahaan, dan ekonomi. Analisis lingkungan ini perlu dilakukan untuk menentukan kondisi konsumen, pemasok dan pesaing. Selain itu, perusahaan juga perlu menganalisis lingkungan tempat produk mereka akan dikeluarkan. Analisis lingkungan ini sangat diperlukan untuk tahap pengambilan keputusan, dan dari sini perusahaan akan menghasilkan keputusan tentang cara mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

4.     Hubungannya dengan Pengambilan Keputusan
Alat yang dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan manajerial antara lain matematika ekonomi dan ekonometrika. Kedua alat ini yang diterjemakan dalam bentuk teknik optimasi, teknik peramalan, analisis numerik, estimasi statistik. Keduanya digunakan untuk mengkonstruksi dan mengestimasi model keputusan yang diarahkan kepada besarnya determinasi agar pengambilan keputusan dapat optimal, dalam arti efektif dan efisien. Pengambilan keputusan juga dapat dianalisis dari data kualitatif berupa teori permainan.
Secara khusus, matematika ekonomi digunakan untuk memformulasi model-model ekonomi yang berasal dari teori ekonomi. Model yang menggunakan matematika ekonomi ini sering disebut dengan ekonometrika. Ekonometrika dapat diartikan sebagai suatu keilmuan sekaligus teknik yang digunakan untuk mengestimasi dan melakukan peramalan kegiatan ekonomi. Analisis yang banyak digunakan dalam ekonometrika adalah analisis regresi, yang bertujuan untuk mencari besarnya pengaruh faktor-faktor determinasi (variabel independen atau bebas) terhadap faktor-faktor yang dipengaruhi (variabel dependen atau terikat). Hasil dari analisis regresi ini dapat berupa peramalan. Sumber data yang digunakan adalah data historis, sehingga dalam pengambilan keputusan menggunakan ekonometrika memerlukan data statistik.
Sebagai contoh, teori ekonomi menjelaskan bahwa jumlah permintaan terhadap suatu barang (Q) dipengaruhi oleh berbagai hal seperti harga barang itu sendiri (P), tingkat penghasilan (Y), harga komoditi yang berhubungan, yang dapat saja berupa harga komoditi yang bersifat komplementer (Pc) atau yang bersifat substitusi (Ps). Pernyataan teori tersebut secara teoritis dapat dituliskan dalam bentuk model matematis sebagai berikut:
Q = f(P, Y, Pc, Ps)
Q merupakan variabel dependen (terikat), sedangkan P, Y, Pc, Ps merupakan variabel independen (bebas). Dengan menggunakan data pada masing-masing variabel, maka dapat dihitung berapa besarnya pengaruh masing-masing variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen, baik itu secara individual ataupun secara serentak. Hasil analisis tersebut dapat digunakan pula untuk mengestimasi kecenderungan perilaku ekonomi pada masa yang akan datang, dengan catatan tetap memberlakukan asumsi ceteris paribus. Skope ekonomi manajerial adalah pada seluruh problem perusahaan. Tentu saja sangat bisa diterapkan pada permasalahan oleh lingkup tertentu, seperti lingkup akuntansi, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, operasional, dan sebagainya.

5.     Laba Melalui Pengendalian Biaya
Laba merupakan tujuan akhir dari suatu perusahaan. Laba merupakan sarana untuk menciptakan kesejahteraan bagi pihak-pihak yang terkait yang berguna sebagai berikut:
·      laba sebagai sumber pembiayaan, seperti:
-  Peningkatan kualitas SDM
-  Perluasan produk
-  Perluasan pasar
-  Pembiayaan lainnya
      laba sebagai ukuran pembayaran pajak
      laba sebagai ukuran untuk membagi hasil usaha (deviden)
      laba merupakan cerminan kesehatan operasional perusahaan.
      laba sebagai sumber pembiayaan kesejahteraan.
      laba sebagai sumber pembiayaan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungannya.

a               a. Teori Memperoleh Laba:
               Teori Pembuangan Resiko: jika resiko-resiko kerugian dapat dihindari.
               Teori Friksi: Jika menang dalam mengambil kesempatan ketika friksi terjadi
               Teori Monopoli: Jika memonopoli usaha.
               Teori Inovasi: Jika inovasi lebih awal dibanding pesaingnya.
               Teori Efisiensi: Jika efisien dalam operasionalnya.
               Teori Kompensasi: jika mampu memuaskan konsumen, dan mempertahankan efisiensi.
a               b. Laba yang diinginkan perusahaan:
               Laba sebanyak mungkin dan selama mungkin. Tetapi ini terkendala oleh keinginan konsumen yang menghendaki: produk sangat berkualitas dan harga yang sangat murah. Oleh karena itu laba yang bisa dicapai adalah bukan maksimal, tetapi optimal.
               Laba yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak melanggar norma dan etika. Karena, hanya dengan hal tersebut laba dapat berlangsung selama mungkin.
a               c. Cara pengukuran laba optimum:
               Menggunakan teknik optimasi:
- Teknik optimisasi dengan kalkulus (optimization with calculus).
- Optimisasi Multivariate
- Optimisasi Terkendala (constrained optimization)
               Menggunakan Metode Lagrange Muliplier

Rumus Laba :

π = TR – TC

(Laba = Pendapatan – Biaya)
          Pendapatan, merupakan variabel eksogen, yang tidak bisa dimanaje secara langsung oleh manajemen, hanya bisa dipengaruhi, karena pengambilan keputusannya adalah konsumen. Agar optimal memperleh pendapatan perlu dikaitkan dengan teori perilaku konsumen.
          Biaya, merupakan variabel endogen, yang bisa dimanaje secara langsung oleh manajemen, Agar optimal perlu penanganan biaya secara khusus dan cermat menggunakan berbagai teori, seperti teori biaya produksi, teori biaya pemasaran, dan sebagainya. Akuntansi Biaya menjadi instrumen yang penting.
          Agar perusahaan mendapatkan laba maka pendapatan harus lebih besar dari pada biaya.

a               d. Pendapatan Biaya:

BIAYA = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak tergantung dari banyak sedikitnya jumlah output. Bahkan bila untuk sementara produksi dihentikan, biaya tetap ini harus tetap dikeluarkan dalam jumlah yang sama.Yang termasuk dalam biaya tetap ini misalnya gaji tenaga administrasi, penyusutan mesin, penyusutan gedung dan peralatan lain, sewa tanah, sewa kantor dan sewa gudang. Dalam jangka panjang biaya tetap ini akan mengalami perubahan .
Biaya variabel merupakan biaya yang besarnya berubah-ubah tergantung dari banyak sedikitnya output yang dihasilkan. Semakin besar jumlah output semakin besar pula biaya variabel yang harus dikeluarkan. Yang termasuk dalam biaya variabel ini adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, bahan bakar, listrik dsb. Biaya tetap dan biaya variabel ini jika dijumlahkan hasilnya merupakan biaya total. Jika digambarkan dalam kurva, maka pola biaya tetap total (TFC), biaya variabel total (TVC) dan biaya total (TC).


Referensi : Supawi Pawenang, Modul Ekonomi Manajerial, Uniba Surakarta, 2019 (uniba.ac.id)

Selasa, 01 Januari 2019

Manajemen Operasional


A.     Manajemen Operasional
Prinsip dasar manajemen merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Manajemen operasional bertanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi. Secara umum, definisi mengenai manajemen operasional merupakan proses pengambilan keputusan mengenai penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu, dengan alokasi biaya efisien. oleh karena itu manajemen operasional mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi operasional.

Manajemen Operasional dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktifitas yang menciptakan nilai produk baik barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output. Orientasi manajer operasional adalah mengarahkan hasil output dalam kuantitas, kualitas, harga, waktu serta tempat tertentu yang sesuai dengan permintaan user atau konsumen.

Proses manajemen terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengaturan pekerja, pengarahan dan pengendalian. Manajemen operasional menerapkan manajemen inti pada pengambilan keputusan pada fungsi manajemen operasional. Bidang manajemen operasional masih terbilang muda, tetapi sejarahnya amatlah kaya dan menarik. Peningkatan kehidupan dan disiplin ilmu manajemen operasional disebabkan adanya inovasi dan bantuan pemikiran banyak orang. Manajemen operasional akan terus berkembang dengan adanya bantuan dari disiplin ilmu lain, termasuk teknik industri dan sains manajemen. Penemuan dalam ilmu pasti (biologi, anatomi, kimia, fisika) juga memberikan kontribusi pada kemajuan manajemen operasional.
B.    Ruang Lingkup Manajemen Operasional
Ada beberapa aspek yang saling berhubungan dalam suatu ruang lingkup manajemen operasional meliputi :
·      Aspek Struktural
aspek mengenai pengaturan komponen yang membangun suatu sistem manajemen operasional yan saling berinteraksi antara satu sama lainnya.
·      Aspek Fungsional
aspek yang berkaitan dengan manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen struktural maupun interaksinya mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar diperoleh kinerja optimal.
·      Aspek Lingkungan
sistem dalam manajemen operasional yang berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang berhubungan erat dengan lingkungan.

C.    Peran Manajemen Operasional
Peranan dan fungsi dari manajer operasional sangat strategis dalam mengembangkan sistem proses produksi yang kuat untuk menciptakan produk atau jasa lebih efisien dan efektif.
Jika disesuaikan dengan pengertian manajemen operasional, seorang manajer harus benar-benar paham keseluruhan proses yang ada di dalam perusahaan. Mereka dilibatkan soal pengkoordinasian proses beserta pengembangan terbarunya sambil mengevaluasi kembali strukturnya. Dalam hal ini, organisasi dan produktifitas menjadi hal yang paling dibutuhkan ketika menjadi seorang manajer operasional. Ia harus bisa berada di posisi yang sangat fleksibel.
Beberapa tugas pokok Manajer Operasional dalam proses produksi antara lain :
·       Perencanaan kualitas dan kuantitas bahan baku dalam proses produksi.
·       Menentukan dan mengatur letak layout pabrik.
·       Menentukan dan mengatur lokasi gudang persediaan dan peralatan mesin yang efisien agar penghematan waktu dalam mobilisasi.
·       Melakukan pemeliharaan peralatan pabrik untuk menjamin adanya keandalan dan kontinuitas operasional.
·       Menciptakan strategi produk yang berkualitas dan unik agar dapat bersaing di pasar dengan biaya efektif.
·       Menentukan schedule kerja yang efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja.
·       Bertanggungjawab terhadap kontinuitas hasil produksi.

D.     Tujuan Manajemen Operasional
Para manajemen dalam organisasi dalam pelaksanaan manajemen produksi/operasi  bertujuan untuk mengatur penggunaan resources yang ada baik yang berupa bahan, tenaga kerja, mesin-mesin dan perlengkapan, sedemikan rupa sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. 
Dengan demikian kita perlu mempelajari menajemen operasional karena :
a.         Manajemen operasional merupakan salah satu dari tiga fungsi utama untuk membuat barang dan jasa dari seluruh organisasi perusahaan, yaitu :
·           Pemasaran yang membuat adanya permintaan atau mendapat pesanan untuk pembuatan suatu barang.
·           Produk/poerasi yang menghasilkan produk
·           Keuangan atau akuntansi yang memantau apakah perusahaan berjalan dengan baik, membayar seluruh tagihan, dan mengumpulkan uang
b.         Untuk mengetahui bagaimana cara memproduksi suatu barang dan jasa
c.         Fungsi produksi merupakan bagaian yang paling penting dan mahal, misalnya untuk perbaikan-perbaikan pelayanan kepada konsumen.
d.        Untuk mengetahui tugas-tugas penting dari seorang manajer operasional

E.     Fungsi-Fungsi Manajemen Operasional

Adapun fungsi mengenai manajemen operasional diantara sebagai berikut :
a.  Perencanaan : meliputi seluruh kegiatan mulai dari penentuan barang atau jasa yang akan dibuat, perencanaan pengadaan dan penanganan sumberdaya-sumberdaya yang akan diolah, penentuan jumlah dan jenis serta penataan letak (layout) mesin-mesin dan peralatan yang akan digunakan, penentuan cara dan teknik pengolahan yang akan digunakan, penentuan ciri-ciri dan sifat yang harus dimiliki oleh barang atau jasa yang dihasilkan serta penetapan waktu kapan barang dan jasa yang bersangkutan sudah harus siap untuk dipasarkan.
b. Pengorganisasian : meliputi seluruh kegiatan penentuan jumlah dan jenis sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap kegiatan
c.  Proses : seluruh kegiatan untuk mendapatkan keterangan tentang setiap kegiatan yang dilaksanakan di dalam kegiatan operasi dan produksi.
d. Pengawasan : meliputi seluruh kegiatan yang dimaksudkan untuk mengarahkan dan menjamin agar berbagai kegiatan yang sudah dan sedang dilaksanakan itu sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Ø  Pengambilan Keputusan
Dilihat dari sudut pandang kondisi atas keputusan yang harus ditempuh, ada empat (4) macam pengambilan keputusan yaitu:
·       Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang pasti
·       Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang memiliki resiko
·       Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang tak pasti
·       Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang muncul akibat pertentangan dengan kondisi yang lain.

Ø  Contoh Kegiatan Manajemen Operasional Disektor Barang Dan Jasa

Adapun contoh kegiatan manajemen operasional disektor barang dan jasa yang diantaranya yaitu:
·       Produk Barang
Manufaktur, pertanian, perkebunan, perikanan, berbagai pabrik pembuatan produk barang, pertambangan, industri berat maupun ringan, konstruksi, otomotif, perumahan.
·       Produk Jasa
Jasa professional, pendidikan, hukum, kesehatan, perdagangan, layanan masyarakat, transportasi, perbankan, asuransi, hiburan, administrasi, real estate, jasa perbaikan.

Ø  Bidang Kegiatan yang Memerlukan Keahlian Menajamen Operasional

Adapun bidang kegiatan yang memerlukan keahlian manajemen operasional yang diantaranya sebagai berikut:

v  Manajer Pabrik “Plant Manager”

Manajemen pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan produksi, manajemen pembelian, manajemen persediaan, termasuk pengelolaan karyawan di bagian operasional maupun pengelolaan sumber daya lainnya yang dipergunakan di pabrik.

v  Direktur Pembelian “Director of Purchashing”

Mengenai fungsi pembelian, kemampuan menelaah program penjualan, mengintegrasikan atau membuat keterkaitan dari supplier sampai distributor, mengkoordinasi aktifitas operasi.

v  Manajer Mutu “Quality Manager”

Mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan semua aspek operasional karena kualitas merupakan tanggung jawab secara bersama diantara semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama fungsi operasional.

v  Konsultan Perbaikan Proses “Process Improvement Consultants”

Berkaitan dengan desain proses sehingga dapat memberikan berbagai konsultasi mengenai perbaikan proses untuk operasi perusahaan.

v  Manajer Dan Perencana Rantai Pasokan “Supply Chain Manager Planner”

Bertanggung jawab mengenai negosiasi kontrak jangka panjang antara perusahaan dengan supplier maupun distributor sehingga harus mempunyai keahlian tentang Material Requirement Planning, Supply Chain Management, Teknologi komunikasi canggih dalam dunia bisnis, konsep penjadwalan dan persediaan.

Ø  Hubungan Manajemen Operasional dengan “Supply Chain”

Supply Chain diartikan dengan logistik. Bidang ini berhubungan dengan proses produksi dan distribusi barang. Dalam hal ini, “supply chain” mengatur distribusi barang ke suplier, manufaktur dan retailer sehingga sampai ke tangan konsumen.

Intinya “Supply Chain” ini selalu berhubungan langsung dengan produk jadi serta mengirim hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan seperti barang yang dibutuhkan di perusahaan.
Manajemen operasional sangat erat kaitannya dengan “supply chain”atau SCM (Supply Chain Management). Mereka harus paham tren global dan lokal, memahami permintaan konsumen dan kapasitas bahan produksi.




Referensi : Supawi Pawenang, Modul Manajemen Operasional, Uniba Surakarta, 2018 (uniba.ac.id)

Rabu, 26 Desember 2018

Cara Cepat Belajar Bahasa Mandarin

    1. Jangan pernah ada rasa putus asa untuk belajar mandarin
    Banyak orang akan merasa putus asa dan stress di saat pertama kali melihat huruf mandarin dan artinya, yang memang kebetulan bukan huruf abjad, seperti inggris atau indonesia yang mudah diejakan, klo masih belum lancar ikutin aja kursus mandarin. Dapat dikatakan huruf mandarin itu adalah huruf yang harus dihafalkan dan latihan menulis, tidak ada jalan lain. Tetapi, begitu kita dapat menghafalkan beberapa huruf dasarnya beserta artinya, maka untuk proses belajar selanjutnya akan terasa mudah. Oleh karena itu dibutuhkan ketekunan, kerajinan dan jangan pernah putus asa.
      2. Jangan bosan-bosan latihan nada ucapan bahasa mandarin
      Nada ucapan bahasa mandarin itu terdiri dari 5 nada, yaitu nada pertama (tinggi dan panjang), nada kedua (menaik), nada ketiga (menurun sedikit kemudian naik), nada keempat (menurun dan singkat) dan nada kelima (netral). Umumnya yang dipakai adalah nada pertama sampai ke keempat. Masing-masing nada mempunyai arti tersendiri, sehingga jika diucapkan dengan nada yang salah, maka artinya pun akan membingungkan orang yang mendengarkannya. Untuk itu, janganlah bosan untuk latihan nada bahasa mandarin.

      3. Sesering mungkin latihan mendengarkan bahasa mandarin
      Sering-seringlah mendengarkan bahasa mandarin, baik itu di film, lagu atau rekaman buku latihan pelajaran mandarin. Dengan demikian telinga kita akan terbiasa mendengarkan bahasa mandarin dan kemungkinan besar kita akan dapat mudah mulai mengikuti percakapannya.

      4. Perbanyak latihan menulis huruf mandarin
      Sesulit apapun huruf mandarin, harus tetap sering latihan menulis. Semakin banyak kita latihan menulis, maka semakin mempermudah bagi kita untuk mengingat huruf mandarin dan bahkan artinya. Sebagai informasi tambahan, di dalam era komputersasi ini, maka sebagian besar orang menggunakan komputer untuk mengetik mandarin, jadi tidak sedikit juga orang yang tidak bisa menulis huruf mandarin dengan menggunakan tangannya sendiri.
        5. Hafalkan dan latihlah pemakaian susunan pola kalimat bahasa mandarin
        Susunan pola kalimat bahasa mandarin, tidaklah sesulit inggris yang banyak sekali “tenses”. Dalam bahasa mandarin coba deh cek di kursus mandarin, dapat dikatakan tidak ada “tenses” dan sebagian besar susunan pola kalimat bahasa mandarin itu hampir sama dengan bahasa indonesia, sehingga sangat mudah untuk dipelajari.


        Referensi : 

        • Jeremy Ritoni Alfajri (saya pribadi)
        • Zaenal Arifin (2001), 1001 Kesalahan Berbahasa, Jakarta: Ademia Pressindo (Source: Buku)

        Tips cara belajar yang baik

          Belajar merupakan hal yang bisa saja membosankan. Alasannya bisa berbagai macam. Jenis pelajaran, jam belajar yang terlalu lama, dan mood bisa membuyarkan proses belajar. Namun bagi Anda yang ingin serius belajar, berikut ini ada beberapa tips yang bisa berguna bagi anda :
          1. Ciptakan suasana yang kondusif
          Dalam belajar harus diciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang dipelajari benar-benar bisa masuk ke otak, adalah kondisi sekitar harus tenang dan nyaman. Belajar di luar ruangan bisa jadi merupakan pilihan yang cukup baik agar tidak merasa penat dalam belajar. Kita bisa mencari suasana yang fresh.
          2. Lihat garis besarnya dahulu
          Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Pemahaman bisa ditingkatkan bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jika membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
          3. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
          Meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil akan sangat membantu mengingat bahan pelajaran tersebut. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun Anda berada.
          4. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat
          Agar lebih mudah diingat sebaiknya materi yang akan dihafal, diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu.
          5. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
          Tips cara belajar yang baik dan paling ampuh adalah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar. Apabila Anda jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan maka prestasinya tidak bisa maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar.



          << Semoga Bermanfaat & Semoga Sukses Selalu>>

        Ekonomi Manajerial 2

          A.       Teori Produksi Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor produksi (input) menjadi ha...